Powered By Blogger

Kamis, 08 Juli 2010

Antara syahwat dan karsa

Syahwat(Nafsu) dan karsa (Keinginan)
Syahwat yang berarti nafsu berahi ditimbulkan karena cinta, dan cinta buta yang memabukkan, tak jarang mendorong manusia untuk berzina, dari kata dasar zina.
Bisa saja nawaitunya, karena iseng saja. Bisa karena sekedar tertarik ketampanannya ataum kecantikannya wajahnya. Atau….,bisa menambahkannya dengan bebas tanpa syarat.
Sedangkan zina pun, bisa saja berangkat tidak dari satu alasan atau dari satu kesempatan. Ada beragam alasan, ada beragam kesempatan. Tapi, ya, memang, pada akhirnya tetap saja akibatnya sama. Menimbulkan sesuatu yang tidak mengenakkan. Percayalah, yang namanya zina, tidak mengenakkan, tidak membuat nyaman.
Namun jika syahwat dan cinta berangkat berdasar pada agama, maka fitnah zina, sebagai salahsatu sosok dari fitnah syahwat menjadi sirna.
Ya, jika syahwat bertemu cinta dalam balutan agama, maka akan saling menguatkan . Dan zina menjadi sirna.

Cinta tentunya berada dalam 2 kosentrasi, kosentrasi (Karsa)keinginan dan kosentrasi syahwat(Nafsu). Sehingga agamalah yang menjadi pilar yang membatasi satu kosentrasi. benar, Kosentrasi keinginan saja.
keinginan bagaimana menjaga hati perbuatan untuk menjunjung tinggi norma - norma cinta itu sendiri.

Suatu proses panjang untuk bisa lepas dari keduanya. Tak sdikit para gadis lebih memberikan segalanya untuk mendapatkan kepercayaan dengan dalih atas cinta yang dimilikinya pada seorang pria. Suatu pembelajaran bagi seorang yang telah kehilangan banyak masa depannya hanya karena kebodohan sesaat. Tak heran para gadis terbuai dengan kata bujuk rayu dan hanyut pada perasaanya itu. Apa salah mempertahankan sesuatu untuk diri dan agamanya?
Tentu saja tidak, karena tiap orang mempunyai hak untuk menentukan dan menjalani hidup. Untuk apa, untuk siapa dan kemana?
Tak ada yang dirugikan, jika seorang gadis menolak ajakan kekasihyang memang bukan suaminya. prosentase sakit hati karena gagalnya berhubungan pacaran akan lebih ringan dibanding telah memberi segalanya untuk seorang pacar yang belum jelas apakah dia benar menjadi suami kelak. Dari segi agama, jelaslah sudah dipublikasikan banyak tentang larangan agama. Segi medis dan agama sudah banyak di sampaikan resiko perkawinan sebelum menikah.

Sedangkan Karsa ....keadaan nyaman akan membuat seseorang mampu menjaga apa apa yang dimilikinya terlebih pasti akan disyukurinya. seseorang yang bersabar kelak akan menuai kebaikan ketika pada masanya nanti. Berat tapi harus bagi seseorang yang mau selamat. Suatu pesan untuk para ladies, sesakit apapun cinta itu datang, suatu saat cinta kan datang pula dengan kebahagiaan tiada tara. Rasa jenuh dengan apa yang kita hadapi terkadang membuat lalai, tapi ketika rasa itu muncul jangan pernah biarkan kita terjerembab kedalam kepedihan karena kehilangan seseorang yang kita cintai dan kehilangan harga diri. Cinta tak seperti itu. Cinta adalah sebuah penyelamatan bagi seseorang yang berbagi kasih. 

Karsa ( Keinginan) cinta itu sendiri pastinya akan membawa keberuntungan hidup nantinya. Suatu karsa dalam cinta, adalah sebuah pengertian dan tanggung jawab atas apa yang dimilki. Ketikas eorang mampu mengucap cinta tapi tak memiliki karsa, sudah tentu hanya kepalsuan belaka. Cinta yang hanya ingin memiliki sesaat...hanyalah fatamorgana hidup.Jangan biarkan Cinta dikelilingi Syahwat, dan berilah jalan bagi cinta yang dpenuhi karsa.
Banyak waktu untuk berbenah, bagi para ladies yang mau memperbaiki diri. Sebelum masuk kejurang kehancuran lebih dalam.

Dtujukan kepada : Para Ladies yang masih punya masa depan cerah..dan  bagi ladies yang mau menyimak tentang harga sebuah kesucian.Suci lahir dan Agama.

Tulisan ini dibuat sebagai rasa Simpati, semakin maraknya perzinahan yang tidak tanggung - tanggung dipublikasikan oleh para remaja sekarang Naudhubillah. Semoga kita tidak menjadi orang yang ceroboh.AMIN.















Rabu, 07 Juli 2010

Tentang Rasa (Song by Astrid)

 Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu 


Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya


Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa

Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya


Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya


Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya

satu pesan yang terdalam untukku




Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta
dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan
hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita
diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat.

Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa
mengelak. Yang
sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan,
standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.

Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta,
dan tidak bisa dimintai pertanggunganjawab bila perbuatan-perbuatan impulsif
itu berakibat buruk suatu ketika nanti.
Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal
kebodohan.

Cinta membutuhkan proses !!!
Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama.
"Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,"
katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu.

Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan
asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba,
tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah
berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk
memilih orang lain sebagai titik fokus baru.

Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah
pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai
tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa
menempuh masa jeda.

Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar
mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri.
Sebaliknya dengan orang yang benar- benar mencinta. Mereka mencintai
pasangan sebagai persolinatas yang utuh.

Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi
Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan.
Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih.
Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan,
tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri.

Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya,
melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu
mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak
keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima
cinta.

Cinta itu konstruktif
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri
sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi
konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta
impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan
ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalahsehari-hari. Yang dipikirkan
hanya kesengsaraan pribadi.
Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi
kenyataan.

Cinta tidak melenyapkan semua masalah
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah.
Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan
banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka.
Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu.
Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah.
Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa
dicarikan jalan keluar.
Orang yang tengah mabuk kepayang-berarti tidak benar-benar
mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih
bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

Cinta cenderung konstan
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan
kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa
kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda
kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat
kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah
segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa
kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal
yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya
tarik fisik.
Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita
menyukainya dalam kadar sebanding.

Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita
menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor
lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna
penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa
menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas
masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita
menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna
apa-apa.
Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang
nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

Cinta tidak buta, tapi menerima
Cinta itu buta? Tidak sama sekali.
Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena
besarnya cinta, dia berusaha
menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik.
Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh
ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa
jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin
hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga
meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan,
hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.

Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan
kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa
mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan
memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila
mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu
semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah
kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk
memperkuat hubungan.

Cinta berani melakukan hal menyakitkan
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta
memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan
hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang
berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.

Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.

Selasa, 06 Juli 2010

Secuil perjalanan waktu

Tak banyak yang aku ketahui tentang hidup. Bagaimana arwah sampai padaku, sampai aku dilahirkan di dunia ini. Yang aku tahu keadaan dimana aku dititipkan pada kedua orang tua yang memberiku banyak dari sekedar kehidupan ini. Motivasi untuk tetap menjadi seseorang yang bukan siapa-siapa menjadi sesorang yang berguna untuk orang lain. Cinta yang tumbuh menularkan rasa kasih sayang yang tak bisa diwakilkan dengan segudang kata2.
Tak banyak cinta yang kuberikan dibanding seumurhidupnya mendidikku. Ketika mampu merasa cinta..cinta bercabang menjadi suatu pengharapan. harapan untuk membahagiakan orang tua, n sebuah harapan mendapatkan kebahagiaan bersama seseorang partner hidup seumur hidup.
Berliku - liku...d ujung penantian...tetap berjuang tak ada habisnya waktu untuk tetap berusaha.
terjatuh...terbangun n terjatuh lagi biarlah jadi terpaan yang sangat berarti untukku lebih kuat.
dan sekarang ..... berharap semua baik baik saja. smua yang kudapat sekarang lebih dari cukup, n rasa bersyukurku ini aku yakin akan membawakanku seorang yang menerima apa adaku.cinta tak da artinya tanpa ketulusan..keep spirit!!