Syahwat(Nafsu) dan karsa (Keinginan)
Syahwat yang berarti nafsu berahi ditimbulkan karena cinta, dan cinta buta yang memabukkan, tak jarang mendorong manusia untuk berzina, dari kata dasar zina.
Bisa saja nawaitunya, karena iseng saja. Bisa karena sekedar tertarik ketampanannya ataum kecantikannya wajahnya. Atau….,bisa menambahkannya dengan bebas tanpa syarat.
Sedangkan zina pun, bisa saja berangkat tidak dari satu alasan atau dari satu kesempatan. Ada beragam alasan, ada beragam kesempatan. Tapi, ya, memang, pada akhirnya tetap saja akibatnya sama. Menimbulkan sesuatu yang tidak mengenakkan. Percayalah, yang namanya zina, tidak mengenakkan, tidak membuat nyaman.
Namun jika syahwat dan cinta berangkat berdasar pada agama, maka fitnah zina, sebagai salahsatu sosok dari fitnah syahwat menjadi sirna.
Ya, jika syahwat bertemu cinta dalam balutan agama, maka akan saling menguatkan . Dan zina menjadi sirna.
Cinta tentunya berada dalam 2 kosentrasi, kosentrasi (Karsa)keinginan dan kosentrasi syahwat(Nafsu). Sehingga agamalah yang menjadi pilar yang membatasi satu kosentrasi. benar, Kosentrasi keinginan saja.
keinginan bagaimana menjaga hati perbuatan untuk menjunjung tinggi norma - norma cinta itu sendiri.
Suatu proses panjang untuk bisa lepas dari keduanya. Tak sdikit para gadis lebih memberikan segalanya untuk mendapatkan kepercayaan dengan dalih atas cinta yang dimilikinya pada seorang pria. Suatu pembelajaran bagi seorang yang telah kehilangan banyak masa depannya hanya karena kebodohan sesaat. Tak heran para gadis terbuai dengan kata bujuk rayu dan hanyut pada perasaanya itu. Apa salah mempertahankan sesuatu untuk diri dan agamanya?
Tentu saja tidak, karena tiap orang mempunyai hak untuk menentukan dan menjalani hidup. Untuk apa, untuk siapa dan kemana?
Tak ada yang dirugikan, jika seorang gadis menolak ajakan kekasihyang memang bukan suaminya. prosentase sakit hati karena gagalnya berhubungan pacaran akan lebih ringan dibanding telah memberi segalanya untuk seorang pacar yang belum jelas apakah dia benar menjadi suami kelak. Dari segi agama, jelaslah sudah dipublikasikan banyak tentang larangan agama. Segi medis dan agama sudah banyak di sampaikan resiko perkawinan sebelum menikah.
Sedangkan Karsa ....keadaan nyaman akan membuat seseorang mampu menjaga apa apa yang dimilikinya terlebih pasti akan disyukurinya. seseorang yang bersabar kelak akan menuai kebaikan ketika pada masanya nanti. Berat tapi harus bagi seseorang yang mau selamat. Suatu pesan untuk para ladies, sesakit apapun cinta itu datang, suatu saat cinta kan datang pula dengan kebahagiaan tiada tara. Rasa jenuh dengan apa yang kita hadapi terkadang membuat lalai, tapi ketika rasa itu muncul jangan pernah biarkan kita terjerembab kedalam kepedihan karena kehilangan seseorang yang kita cintai dan kehilangan harga diri. Cinta tak seperti itu. Cinta adalah sebuah penyelamatan bagi seseorang yang berbagi kasih.
Karsa ( Keinginan) cinta itu sendiri pastinya akan membawa keberuntungan hidup nantinya. Suatu karsa dalam cinta, adalah sebuah pengertian dan tanggung jawab atas apa yang dimilki. Ketikas eorang mampu mengucap cinta tapi tak memiliki karsa, sudah tentu hanya kepalsuan belaka. Cinta yang hanya ingin memiliki sesaat...hanyalah fatamorgana hidup.Jangan biarkan Cinta dikelilingi Syahwat, dan berilah jalan bagi cinta yang dpenuhi karsa.
Banyak waktu untuk berbenah, bagi para ladies yang mau memperbaiki diri. Sebelum masuk kejurang kehancuran lebih dalam.
Dtujukan kepada : Para Ladies yang masih punya masa depan cerah..dan bagi ladies yang mau menyimak tentang harga sebuah kesucian.Suci lahir dan Agama.
Tulisan ini dibuat sebagai rasa Simpati, semakin maraknya perzinahan yang tidak tanggung - tanggung dipublikasikan oleh para remaja sekarang Naudhubillah. Semoga kita tidak menjadi orang yang ceroboh.AMIN.