Powered By Blogger

Pengajaran sebagai motivasi diri

Aku ingat ketika ak membaca: Mengajar adalah amal kebaikan yang pahalanya tidak terputus sesudah mati.Dalam hadist Abu Hurairah, bawa nabi bersabda: " Diantara amal dan kebaikan yang menyusul seseorang sesudah matinya adalah; ilmu yang diajarkan dan disebarluaskan, anak shalih yang ditinggalkan, mushaf yang di wariskan atau masjid yang dia dirikan atau rumah yang dia angun untuk ibnu sabil atau sungai yang dilairkan atau sedekah yang dia keluarkan dari hartanya pada waktu dia sehat dan hidup, ia menyusulnya sesudah kematiannya".

Satu hal yang terbayangkan tatkala itu...bagaimana akan menjadi orang yang berguna dengan segala keterbatasan kemampuan n pengalamanku. Salah jika seseorang mengajar jika untuk mengeruk keuntungan materi, mengajar mulia dari sekedar sumber penghidupan.Dulu sempat terfikir..nasib guru teramat buruk terbukti adanya guru yang mengeluhkan nasibnya, tidak mengambil hak liburnya,para murid membuatnya beruban, para orang tua dilengkapi ketidakberdayaan anak-anak mereka.teramat sengsara dibayangkan.

Profesi ini tidak bisa dilecehkan begitu saja, ternyata dibalik potret nya yang buruk,ada banyak keberuntungan. bagaimana tidak, diriwayatkan Bukhori (1) dan Muslim (1907):  " Amal hanyalah bergantung pada niatnya dan masing -masing orang hanya memperoleh apa yang diniatkan".
hal ini menunjukkan bahwa, ketika seorang menjadi seorang pengajar jelas tentu mempertimbangakan konsekuensi yang ada. 

Bagi para gadis umumnya,sukses dalam meraih perhatian para anak didik dalam proses mengajar. Tapi dalam hal pribadi tak mudah untuk mendapatkan pendamping yang bisa menerima keadaan si gadis ini.Kesabaran dan tekad ini yang akan dimunculkan terkait dengan pengalaman hidup seorang guru, yang terlihat sulit menemukan tambatan hati. tapi dibalik kesulitan ini, ada juga yang lebih mudah dari membalikkan telapak tangan mendapatkan pasangan.

Mutlak bagi pengajar, dengan bersholawat dan menyeru Tuhan, akan mendapatkan nikmat tiada tara.kenapa tidak, Dari Abu Hurairah, nabi bersabda: Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala - pahala yang mengikutinya, tidak sedikitpun dari pahala mereka berkurang. Dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka ia memikul dosanya seperti dosa -dosa yang mengikutinya, tidak sedikitpun dari dosa mereka yang berkurang"(Diriwayatkan oleh Muslim 2674)

Dari sekian banyak uraian diatas, jelas sudah tak ada yang perlu disesali jika memang nasib berpihak menjadi guru. Rasa tulus pasti akan menuai ketulusan pula..sedikit liku - liku ada baiknya jadi ujian semata. ada yang pernah bilang : semakin tinggi kita berasa, maka semakin dasyat terpaan yang ada. bagi ladies, yang punya tugas mulia ini...Don't worry..Hidup adalah perjuangan...susah pahit biarkan sekedar mampir.tetap berkarya....CHAYO!!!!


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar